Selasa, 11 Januari 2011

Kritik Arsitektur dengan METODE TIPIKAL pada Cinere Mall dan Depok Town Square

Metode Tipikal adalah suatu norma yang didasarkan pada model yang digeneralisasi untuk satu kategori bangunan spesifik

CINERE MALL

Mall Cinere adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di area Cinere, berada di jalan Raya Cinere, Depok, Jawa Barat. Letak mall ini berdepanan dengan Ruko Cinere skt 1 yang berada persis di depan area Cinere. Mal ini dibangun oleh Megapolitan Group. Anchor yang sudah bergabung antara lain Giant Supermarket, Superindo, Pojok Busana, KFC, Dunkin Donuts, A & W, dan bioskop 21 dan yang baru bergabung bread talk , J.Co , dan Baskin Robbins.

Desain fasade pada Cinere Mall sangatlah sederhana, hanya penggunaan ornamen garis, kotak dan segitiga. Bentuk dari bangunanpun hanya susunan dari kubus dan balok, hal ini untuk mempermudah penataan ruang sehingga tidak terdapat ruang mati. Bangunan yang bersifat kubustis dapat lebih mudah untuk diatur penataan ruang dan jarang ditemui ruangan yang tidak terpakai

Awal Juli 1993, Mall Cinere membuka Food Court Mall Cinere yang merupakan food court Mall Cinere. Awal Mei 2007, Hero Supermarket Bangkut, Ia Menjadi Giant Supermarket

Pembangunan mal ini dimulai pada tahun 1991 dan diselesai pada tahun 1992, n
amun baru terealisasi pada tahun 2008, tepatnya pada September 2008. Sebelumnya telah hadir supermarket Hero Supermarket pada tahun 1993 kemudian menyusul Cinere Mall yang membuka cabang ketiganya di Jakarta dan satu-satunya Cinere Mall yang ada di area Cinere. Pojok Busana Department Store dibuka pada tanggal 3 Juli 1993 melengkapi tenant-tenant yang telah hadir. Tenant-tenant baru yang akan hadir antara lain Time Zone dan Superindo
Dahulu McDonalds berada di dalam bangunan, akan tetapi seiring dengan perkembangan McDonald membuat bangunan sendiri yang berada di lahan yang dulunya merupakan lahan parkir. Lokasinya berdekatan dengn Rumah
Sakit Puri Cinere sehingga memberikan keuntungan sendiri bagi kedua belah pihak.
Desain McDonald akan terlihat lebih menonjol dibandingan dengan bangunan, karena warna yang diambil McDonald jauh lebih cerah dibandingkan dengan Cinere Mall.

Desain parkirnya mulai berubah seiring dengan kebutuhan, terdapat perluasan lahan parkir. Parkir motor yang sebelumnya hanya berada di basement, kemudian dipindahkan ke lahan yang berada di sebelah kanan belakang bangunan.


DEPOK TOWN SQUARE

Depok Town Square (atau disingkat Detos) adalah sebuah pusat perbelanjaan di Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia. Mal ini mulai beroperasi tahun 2005, berlokasi di jalan utama Depok yaitu jalan Margonda Raya. Depok Town Square berada di bawah bendera Grup Lippo dan dibangun oleh PT Lippo Karawaci Tbk.

Detos berdiri di area seluas 160.000 m² dengan total areal lahan seluas 24.000 m² menawarkan lebih dari 2.300 unit kios yang terdiri dari exterior shop, speciality shop, open shop, kafe/restoran dan food court. Pusat perbelanjaan itu memiliki area parkir yang mampu menampung sekitar 1.300 mobil.

Pusat perbelanjaan ini menawarkan status kepemilikan secara strata title bagi para tenant.

Tenant besar yang saat ini telah hadir dalam pusat perbelanjaan ini diantaranya Hypermart, Matahari Department Store, Timezone, AW Restaurant, California Fried Chicken, KFC,Popeye, Hoka Hoka Bento, Bucheri dan Cineplex 21.

Depok Town Square lebih cenderung mempergunakan warna - warna cerah dibandingan dengan Cinere Mall. Untuk bentuk fasade jauh lebih terlihat dinamis walaupun sama - sama menggunakan ornamen berupa garis, akan tetapi jauh lebih berani dalam mengolah fasade.

Tidak terdapat bangunan massa lain dalam site, tidak seperti Cinere Mall yang memiliki McDonald yang berdiri sendiri dalam satu lahan yang sama.

Hal yang meresahkan dari Depok Town Square adalah tata pengarahan pengunjung dengan cara memainkan arah escalator. Letak dari Elevatornya tersembunyi sama seperti Cinere Mall, sehingga membuat pengunjung bingung.





Kritik Arsitektur dengan METODE DOKTRIN pada Louvre Museum



Museum Louvre (Musée du Louvre) di Paris, Perancis, adalah salah satu museum terbesar dan paling terkenal di dunia. Gedungnya, bekas sebuah istana bangsawan, terletak di pusat Perancis antara sungai Seine dan Rue de Rivoli. Lapangannya kini terdapat piramida gelas Louvre. Sebagian dari istana tersebut dibuka sebagai museum pada 8 November 1793, pada saat Revolusi Perancis.

Bangunan museum terdiri dari 4 lantai, yaitu lower ground floor, ground floor, first floor, dan second floor. Ada 8 kategori karya seni di Louvre, yaitu Oriental antiquities, Egyptian antiquities, Greek, Etruscan and Roman antiquities, Islamic art, sculture, painting , objects d’art, dan graphics art. Ada tiga sayap (wing) bangunan , yaitu Denon, Sully, dan Richeliu. Denon adalah yang paling banyak dikunjungi, karena di wing inilah disimpan lukisan Mona Lisa yang sangat terkenal.
Bangunan museum Louvre mulai didirikan pada tahun 1190 M, dan ditetapkan sebagai museum pada tahun 1793 (sebelumnya berfungsi sebagai istana). Main entrance museum Louvre berbentuk pyramida dari kaca yang terdapat di tengah ketiga sayap bangunan. Pyramida ini dibuat pada masa Presiden Francois Mitterand, yang dibangun tahun 1984 – 1989. Arsitek Pyramida adalah Ieoh Ming Pei. Tinggi pyramida 20,6 meter dan lebar sisinya 35 meter.

PLUS dan MINUS LOUVRE MUSEUM

PLUS :

• Merupakan salah satu Museum terbesar di dunia
• Mix Design
• Terdapat open space
• Sirkulasinya terarah, terdapat 3 wing yaitu : Denon, Sully, dan Richeliu
• Piramida kaca digunakan sebagai main entrance

MINUS :
• Terlalu luas, sehingga membuat lelah pengunjung
• Adanya pertentangan di masyarakat mengenai desain main entrance dan main building

Pembangunan pyramida yang bergaya futuristik ini sempat mengundang kontroversi luas di masyarakat Perancis, karena dianggap tidak sesuai dengan style bangunan Louvre yang antik. Kelompok yang menentang pembangunan pyramida mengatakan bahwa proyek ini adalah ‘Pharaonic Complex’ dari Mitterand. Meskipun demikian pyramida tetap dibangun, dan pada akhirnya menjadi kebanggaan orang Paris. Desain dari Pyramida yang bertolak belakangan dengan desain awal bangunanlah yang menjadikan pertentangan. Desain bangunan yang sebelumnya sangat detail dengan ornamen, kemudian diberi penambahan bangunan modern yang minim detail dan bangunan inilah yang justru menjadi main entrance dari Louvre Museum. Akan tetapi justru pembentukkan desain modern pada Louvre Museum justru menjadi daya tarik sendiri. Kita dapat melihat perpaduan antara dua style desain yang berbeda, namun tetap memiliki kesan unik dan harmonis.
Detail dari Piramida Kaca pada Louvre Museum hanya berupa susunan space frame yang strukturnya diekspos. Bangunan ini juga memiliki Plaza yang dapat digunakan sebagai Open Space, ruang terbuka yang dapat menjadi tempat bersosialisasi masyarakat Paris. Tidak terdapat penghijauan sebagai pelembab suhu pada plaza ini, akan tetapi diganti dengan penggunaan air sebagai elemen pelembab.


Desain Tangga memutar yang unik dan dinamis

Main Entrance yang berbentuk segitiga kaca dengan struktur space frame, memberikan pencahayaan alami. Open space bagi masyrakat yang ingin bersosialisasi. Kolam berfungsi untuk melembabkan udara di sekitar museum.

Kritik Arsitektur dengan METODE TERUKUR pada Burj Al Arab

cara menganalisa bangunan melalui hukum-hukum matematika tertentu.
Kesuksesan bangunan dipandang dari segi standardisasi ukurannya secara teknis :
1. Stabilitas Struktur
• Daya tahan terhadap beban struktur
• Daya tahan terhadap benturan
• Daya dukung terhadap beban yang melekat terhadap bahan
• Ketepatan instalasi elemen-elemen yang di luar sistem
2. Ketahanan Permukaan Secara Fisik
• Ketahanan permukaan
• Daya tahan terhadap gores dan coretan
• Daya serap dan penyempurnaan air
3. Kepuasan Penampilan dan Pemeliharaan
• Kebersihan dan ketahanan terhadap noda
• Timbunan debu

BURJ AL ARAB

Burj Al Arab merupakan hotel mewah yang terletak di pantai Jumeirah, Dubai. Merupakan hotel termahal di dunia dengan ketinggian 321 meter. Di desain oleh Arsitek asal Inggris, Tom Wright yang juga telah mendesain rencana pembangunan Regatta Hotel di Jakarta. Sedangkan konsultan teknik sipil adalah Atkins, dan untuk pembangunan hotel melibatkan kontraktor asal Afrika Selatan, Murray & Roberts. Hal yang unik dari Burj Al Arab adalah hotel ini berdiri di atas pulau buatan yang terletak 280 meter dari pantai Jumeirah. Pondasi bangunan memiliki 250 titik dengan kedalaman 120 kaki dari permukaan air laut. Merupakan bangunan High Rise Building pertama yang berdiri di atas pulau buatan. Dengan sistem struktur yang di desain sedemikian rupa sehingga bisa menahan beban angin dan beban gempa.

Sistem Struktur yang Digunakan Pada Burj Al Arab

Burj Al Arab berdiri di atas Artificial Island (pulau buatan) dengan Mike McNicholas sebagai Artificial Island’s Engineer. Di buat dengan menggunakan metode penimbunan (Dumping Method).

Hal ini sangatlah unik, karena Burj Al Arab merupakan High Rise Building pertama yang berdiri di atas Artifial Island. Artificial Islandnya sendiri menggunakan bahan berbentuk menyerupai pola sarang lebah untuk mengatasi abrasi air laut.

Pioneering Concrete Block, Honey Comb Pattern

Burj Al Arab memiliki struktur utama berbentuk V-shape untuk menggambarkan layar perahu dhow yang terkembang. Bentuk ini merupakan hasil metafora dari perahu dhow, yang kemudian dipergunakan sebagai sistem struktur. V-shape ini terdiri dari Reinforced Concrete Spine pada bagian belakang, dan Exoskeleton yang berdiri di samping bangunan.

Struktur berbentuk V bekerja jauh lebih kuat daripada struktur berbentuk lain, hal ini mengambil pola kerja dari bentuk segitiga yang merupakan bentuk yang dapat menahan beban lebih kuat dari bentuk lainnya. Menggunakan hukum newton dimana ketika ada aksi maka akan ada reaksi, bentuk ini saling mempertemukan aksi dan reaksi dari beban sehingga momen menjadi nol (0).

Sistem struktur pada Burj Al Arab terdiri dari berbagai macam bagian, saling berkorelasi membentuk V-shape. Terdapat Reinforced Concrete Spine dan Exoskeleton Rear Leg yang membentuk V-shape, Triangular Truss dan Tune Mass Dumper

yang memperkuat bangunan ini. Fungsi dari Tune Mass Dumper untuk mengatasi kemungkinan beban gempa pada bangunan, karena lokasi site sangat rentan dengan gempa berskala besar.

Hal yang unik dari Burj Al Arab adalah fasade bangunan ini menggunakan struktur Tent berupa bahan kain yang dilapisi dengan teflon. Penggunaan teflon dapat mengurangi penyerapan debu pada bahan kain karena lokasi bangunan yang berada di daerah Timur Tengah.

Burj Al Arab memiliki luas area lantai 111.500 m2, jumlah lantai mencapai 60 lantai, dilengkapi dengan 18 elevator dan ketinggian keseluruhan dari Burj Al Arab adalah 321 m.

Burj Al Arab sebenarnya lebih besar daripada yang terlihat. Karena sesungguhnya lebih tinggi daripada yang terlihat dari mata. Ukurannya yang mencapai ketinggian 321 meter, membuat bangunan ini menjadi salah satu dari bangunan tertinggi di dunia. Untuk membayangkan ketinggian Burj Al Arab, coba bayangkan Gedung Empire State Building yang memiliki 102 level lantai berdiri di sebelah Burj Al Arab, yang hanya lebih pendek 16 % dari Empire State. Bentuk desain lengkung dan lantai ganda dari Burj Al Arab menimbulkan ilusi penglihatan.

  1. Burj Al Arab memiliki fasade yang dapat berubah. Teflon yang melapisi Burj Al Arab akan tampak sangat putih pada siang hari, tapi akan menjadi sangat berbeda pada malam hari. Program pengaturan cahaya oleh komputer memberikan efek pada fasade bangunan yang berwarna putih.
Burj Al Arab merupakan hotel pertama yang berdiri di atas Artificial Island, didesain sedemikan rupa, semewah mungkin dengan menggunakan sistem struktur yang modern. Penggunaan sistem strukturnya bahkan digunakan pula sebagai ornamen bagi bangunan itu sendiri.


Jumat, 17 Desember 2010

Tata Ruang Luar


see whats on my garden? *%&$#

well, well, before it's too late.. I want to keep my design save on the internet, may I ? :D

so I gotta re-design an
old garden to be more catchy.. :D
It was a multifunction site which is being use for sport, 'enjoy afternoon', and gossip ^^

well, let's take a lo
ok inside :)

This should be multifunctional garden, I want to make some kinda 'littl
e farm' here, 'little sport center', and 'big plaza' for every gossip moms XD

wanna see the elevations of this garden? :D


jap, not really good though XD

these are the details :

Minggu, 28 November 2010

Kritik Arsitektur dengan METODE DESKRIPTIF pada Margo City






well, siapa sih yang gak kenal Margo City?

Pusat perbelanjaan di jalan Margonda Raya (jala

n yang notabene adalah akses utama kota Depok), selain it

u yang bikin Margo City beken adalah focal point pada bagian roofnya..

anyway, sebelum kita ngebahas mengenai Margo City, lebih

baik kita check dulu profilenya

Peta Lokasi Margo City

(tak kenal maka tak sayang)

Night View

Margo City merupakan Pusat Belanja & Hiburan yang terletak di Jl. Margonda Raya, dengan gedung berdesain dinamis dan modern. Margo City dibangun dengan luas bangunan 67.000 M2 berdiri di atas tanah seluas 7.5 Ha. Margo City yang mengedepankan pelayanan terbaik sebagai acuan dalam mengelola manajemen gedung tersebut, juga didukung dengan desain arsitektur yang khas dan unik, yaitu memiliki land mark sebuah crown berbentuk rangkaian bes

i tersusun menjulang di atas atrium dan skylight, setinggi 40 m. Bangunan 4 lantai yang terdiri dari Lower Ground, Ground Floor, 1st Floor dan 2nd Floor ini dilengkapi dengan 4 void dan Escalator, Travelator dan Elevator bagi pengunjung.

Bangunan Kolonial yang tetap dipertahankan

Leased Mall yang mengadopsi konsep Single Coridor ini, berawal dari konsep comprehensive yang menerangkan arti kata “city” yaitu kota yang didalamnya terdapat berbagai fasilitas. Fasilitas tersebut dikembangkan dalam bentuk clustered dan terwujud dalam 3 zona yang meliputi: Margo Zone, City Zone dan O-Zone dengan rincian:

  1. Margo Zone adalah area Food & Beverage dengan rangkaian café, restoran, patisserie and bakery serta Food Court dengan desain unik ber kapasitas 500 tempat duduk.
  2. City Zone merupakan area retail fashion dan life style yang menampilkan beragam fasilitas dan brand dari dalam maupun luar negri.
  3. Melengkapi kedua zone tersebut, area depan Margo City di lengkapi dengan O-Zone, sebuah area outdoor dengan kelengkapan fasilitas olahraga dan out door seperti : futsal, basket, jogging track, cycling track, skateboard area, bungee trampoline serta beragam fasilitas untuk mahasiswa (students center, DVD/ VCD rental, studio recording, café, dll).

Mengusung konsep minimalis, mal ini tidak banyak menampilkan ornamen pada interiornya kecuali lengkungan sisi berwarna putih penyangga atap yang hanya berada di satu sisi. Warna yang digunakan pun tidak terlalu banyak, hanya menggunakan perpaduan warna jingga, biru dan putih. Hal ini menunjukkan bahwa hal yang ingin ditonjolkan oleh margo city adalah sculpture berupa lengkungan besi berwarna putih. Konsep ini sangat berhasil karena sculpture ini kemudian menjadi landmark jalan margonda raya, dan dapat dilihat dari jarak yang cukup jauh.

Margo City memiliki koridornya yang luas. Di lantai dasar lebarnya sekitar 9 meter dan di lantai atas selebar 3 meter. Mal ini juga mengadaptasi koridor tunggal supaya pengunjung tidak bingung mencari toko tujuan.

Desain ini juga menguntungkan penyewa karena pengunjung bisa langsung melihat semua toko yang ada di mal, tidak seperti Depok Town Square yang memberikan alur sirkulasi yang menyulitkan pengunjung, karena adanya permainan arah eskalator.

Atrium terdapat di depan pintu utama seluas 400 meter persegi dengan langit-langit kaca tembus pandang setinggi 40 meter, sehingga pengunjung dapat menikmati pencahayaan alami dan pengelola dapat mengurangi penggunaan pasokan listrik di siang hari. Dari atrium tampak mahkota Margo City berupa rangkaian besi berwarna putih. Mahkota ini dibuat dengan tujuan menjadikan Margo sebagai Landmark Depok.

Margo City sendiri sejak awal direncakan sebagai pusat perbelanjaan dan pusat hiburan dengan area open space yang besar. Dapat terlihat dengan adanya area bermain bagi anak – anak dan remaja. Tersedia fasilitas untuk bermain skateboard, dan juga flying fox.

Ide memberi ruang terbuka di depan mal memang memberikan kesan lapang, tapi sayangnya ini membuat Margo hanya ramah bagi pemilik kendaraan bermotor. Pengunjung harus berjalan kaki sekitar empat menit untuk mencapai pintu utama. Untuk itu pengelola menyediakan sarana transportasi berupa mini train untuk pengunjung yang berjalan kaki.

Kanopi yang melindungi jalur pejalan kaki pun tidak sepenuhnya memadai menaungi pejalan kaki karena memiliki celah-celah yang bisa diterobos sinar atau air. Pemilik kendaraan juga mengalami masalah yang sama karena kanopi yang disediakan tidak menjangkau lokasi parkir yang jauh dari bangunan utama.

Dari sisi lingkungan, mal ini sebetulnya bisa menjadi bangunan yang lebih ramah lingkungan jika ruang terbuka yang menjadi wilayah resapan air tidak sepenuhnya ditutupi paving block. Alternatifnya, bisa disediakan area terbuka dengan pepohonan yang cukup banyak.

Hal yang patut dipelajari dari Margo City adalah letaknya yang berdekatan dengan Depok Town Square, hal ini menjadikan area jalan di depan margo City menjadi simpul kemacetan jalan Margonda Raya. Seharusnya pemerintah kota mempertimbangankan lokasi antar mall, karena dapat berdampak buruk pada aksesibilitas jalan. Selain itu, perlu dipertimbangkan mengenai kecocokkan tata guna lahan yang telah ditetapkan dengan penggunaan bangunan itu sendiri. Jangan sampai merubah tata guna lahan sebagai daerah resapan air menjadi bangunan yang hanya mempertimbangkan nilai ekonomi.

Margo City dan Kritik

well, siapa sih yang gak kenal Margo City?

Pusat perbelanjaan di jalan Margonda Raya (jalan yang notabene adalah akses utama kota Depok), selain itu yang bikin Margo City beken adalah focal point pada bagian roofnya..

anyway, sebelum kita ngebahas mengenai Margo City, lebih baik kita check dulu profilenya

(tak kenal maka tak sayang)

Margo City merupakan Pusat Belanja & Hiburan yang terletak di Jl. Margonda Raya, dengan gedung berdesain dinamis dan modern. Margo City dibangun dengan luas bangunan 67.000 M2 berdiri di atas tanah seluas 7.5 Ha. Margo City yang mengedepankan pelayanan terbaik sebagai acuan dalam mengelola manajemen gedung tersebut, juga didukung dengan desain arsitektur yang khas dan unik, yaitu memiliki land mark sebuah crown berbentuk rangkaian besi tersusun menjulang di atas atrium dan skylight, setinggi 40 m. Bangunan 4 lantai yang terdiri dari Lower Ground, Ground Floor, 1st Floor dan 2nd Floor ini dilengkapi dengan 4 void dan Escalator, Travelator dan Elevator bagi pengunjung.

Leased Mall yang mengadopsi konsep Single Coridor ini, berawal dari konsep comprehensive yang menerangkan arti kata “city” yaitu kota yang didalamnya terdapat berbagai fasilitas. Fasilitas tersebut dikembangkan dalam bentuk clustered dan terwujud dalam 3 zona yang meliputi: Margo Zone, City Zone dan O-Zone dengan rincian:

  1. Margo Zone adalah area Food & Beverage dengan rangkaian café, restoran, patisserie and bakery serta Food Court dengan desain unik ber kapasitas 500 tempat duduk.
  2. City Zone merupakan area retail fashion dan life style yang menampilkan beragam fasilitas dan brand dari dalam maupun luar negri.
  3. Melengkapi kedua zone tersebut, area depan Margo City di lengkapi dengan O-Zone, sebuah area outdoor dengan kelengkapan fasilitas olahraga dan out door seperti : futsal, basket, jogging track, cycling track, skateboard area, bungee trampoline serta beragam fasilitas untuk mahasiswa (students center, DVD/ VCD rental, studio recording, café, dll).

Mengusung konsep minimalis, mal ini tidak banyak menampilkan ornamen pada interiornya kecuali lengkungan sisi berwarna putih penyangga atap yang hanya berada di satu sisi. Warna yang digunakan pun tidak terlalu banyak, hanya menggunakan perpaduan warna jingga, biru dan putih. Hal ini menunjukkan bahwa hal yang ingin ditonjolkan oleh margo city adalah sculpture berupa lengkungan besi berwarna putih. Konsep ini sangat berhasil karena sculpture ini kemudian menjadi landmark jalan margonda raya, dan dapat dilihat dari jarak yang cukup jauh.

Margo City memiliki koridornya yang luas. Di lantai dasar lebarnya sekitar 9 meter dan di lantai atas selebar 3 meter. Mal ini juga mengadaptasi koridor tunggal supaya pengunjung tidak bingung mencari toko tujuan.

Desain ini juga menguntungkan penyewa karena pengunjung bisa langsung melihat semua toko yang ada di mal, tidak seperti Depok Town Square yang memberikan alur sirkulasi yang menyulitkan pengunjung, karena adanya permainan arah eskalator.

Atrium terdapat di depan pintu utama seluas 400 meter persegi dengan langit-langit kaca tembus pandang setinggi 40 meter, sehingga pengunjung dapat menikmati pencahayaan alami dan pengelola dapat mengurangi penggunaan pasokan listrik di siang hari. Dari atrium tampak mahkota Margo City berupa rangkaian besi berwarna putih. Mahkota ini dibuat dengan tujuan menjadikan Margo sebagai Landmark Depok.

Margo City sendiri sejak awal direncakan sebagai pusat perbelanjaan dan pusat hiburan dengan area open space yang besar. Dapat terlihat dengan adanya area bermain bagi anak – anak dan remaja. Tersedia fasilitas untuk bermain skateboard, dan juga flying fox.

Ide memberi ruang terbuka di depan mal memang memberikan kesan lapang, tapi sayangnya ini membuat Margo hanya ramah bagi pemilik kendaraan bermotor. Pengunjung harus berjalan kaki sekitar empat menit untuk mencapai pintu utama. Untuk itu pengelola menyediakan sarana transportasi berupa mini train untuk pengunjung yang berjalan kaki.

Kanopi yang melindungi jalur pejalan kaki pun tidak sepenuhnya memadai menaungi pejalan kaki karena memiliki celah-celah yang bisa diterobos sinar atau air. Pemilik kendaraan juga mengalami masalah yang sama karena kanopi yang disediakan tidak menjangkau lokasi parkir yang jauh dari bangunan utama.

Dari sisi lingkungan, mal ini sebetulnya bisa menjadi bangunan yang lebih ramah lingkungan jika ruang terbuka yang menjadi wilayah resapan air tidak sepenuhnya ditutupi paving block. Alternatifnya, bisa disediakan area terbuka dengan pepohonan yang cukup banyak.

Hal yang patut dipelajari dari Margo City adalah letaknya yang berdekatan dengan Depok Town Square, hal ini menjadikan area jalan di depan margo City menjadi simpul kemacetan jalan Margonda Raya. Seharusnya pemerintah kota mempertimbangankan lokasi antar mall, karena dapat berdampak buruk pada aksesibilitas jalan. Selain itu, perlu dipertimbangkan mengenai kecocokkan tata guna lahan yang telah ditetapkan dengan penggunaan bangunan itu sendiri. Jangan sampai merubah tata guna lahan sebagai daerah resapan air menjadi bangunan yang hanya mempertimbangkan nilai ekonomi.

Selasa, 18 Mei 2010

Kepadatan dan Kesesakan

KEPADATAN (DENSITY)

A. Pengertian
- Menurut Sundstorm : Sejumlah manusia dalam setiap unit ruangan.
- Menurut Sarwono : Suatu keadaan akan dikatakan semakin padat bilajumlah manusia pada suatu batas ruang tertentu semakin banyak dibandingkan luas ruangan.


B. Katagori Kepadatan
1. Menurut Altman (dalam studi tahun 1920-an) : Variasi indikator kepadatan berhubungan dengan tingkah laku sosial :
- Jumlah individu dalam sebuah kota
- Jumlah Individu pada daerah sensus
- Jumlah individu pada unit tempat tinggal
- Jumlah ruangan pada unit tempat tinggal
- Jumlah bangunan pada lingkungan sekitar
2. Menurut Jain (1987) : Tingkat kepadatan penduduk dipengaruhi oleh unsure-unsur :
- Jumlah individu pada setiap ruang
- Jumlah ruang pada setiap unit rumah tinggal
- Jumlah unit rumah tinggal pada setiap struktur hunian
- Jumlah struktur hunian pada setiap wilayah pemukiman

Teori Kepadatan Menurut Halohan
1. Kepadatan Spasial (Spasial Density)
Terjadi bila besar atau luas ruangan diubah menjadi lebih kecil atau sempit, sedangkan jumlah individu tetap.
2. Kepadatan Sosial (Social Density)
Terjadi bila jumlah individu ditambah tanpa diiringi penambahan luas ruang.


Teori Kepadatan Menurut Altman
1. Kepadatan Altman (Inside Density)
Jumlah individu dalam suatu ruangan atau tempat tinggal.
2. Kepadatan Luar (Outside Density)
Sejumlah individu yang berada pada suatu wilayah tertentu


C. Akibat Kepadatan Yang Tinggi
1. Menurut Taylor :
- Lingkungan sekitar merupakan sumber yang penting dalam mempengaruhisikap, perilaku dan keadaan internal individu di suatu tempat tinggal
- Rumah dan lingkungan pemukiman yaitu yang nyaman member kepuasan psikis
2. Menurut Schrr :
Kualitas pemukiman mempengaruhi persepsi diri, strss, kesehatan fisik.
Kualitas pemukiman mempengaruhi perilaku dan sikap individu.
3. Heimstra dan Mc. Farling, akibat kepadatan :
Akibat Fisik
Akibat Sosial
Akibat Psikis

KESESAKAN
Kesesakan adalah persepsi individu terhadap keterbatasan ruang, bersifat psikis terjadi bila mekanisme privasi individu gagal berfungsi dengan baik.
1. Menurut Altman :
Kesesakan adalah suatu proses interpersonal pada tingkatan interaksi manusia dalam suatu pasangan atau kelompok kecil.
2. Menurut Baum dan Paulus :
Kepadatan dapat dirasa sebagai kesesakan atau tidak, ditentukan oleh penilaian individu berdasarkan :
a. Karakteristik setting fisik
b. Karakteristik setting social
c. Karakteristik personal
d. Kemampuan beradaptasi
3. Menurut Morris :
Kesesakan sebagai devisit suatu ruang.
4. Menurut Ancok :
Kesesakan timbul dari besar-kecilnya ukuran rumah yaitu menentukan besarnya rasio antara penghuni dan tempat (space) yang tersedia.
5. Menurut Stokols :
a. Kesesakan bukan social (nonsocial crowding)
Faktor-faktor fisik menghasilkan perasaan terhadap ruang yang tidak sebanding.
b. Kesesakan social (social crowding)
Perasaan sesak mula-mula dating dari kehadiran orang lain yang terlalu banyak.
c. Kesesakan molar (molar crowding)
Perasaan sesak yaitu dapat dihubungakan dengan skala luas, populaasi penduduk.
d. Kesesakan molekuer (molekuler crowding)
Perasaan sesak yaitu menganalisis mengenai individu, kelompok kecil dan kejadian-kejadian interpersonal.
6. Menurut Rapoport :
Kesesakan adalah suatu evaluasi subjektif dimana besarnya ruang dirasa tidak mencukupi. Batasan kesesakan melibatkan persepsi seseorang terhadap keadaan ruang yang dikaitkan dengan kehadiran sejumlah manusia. Dimana ruang yang tersedia dirasa terbatas atau jumlah manusianya yang dirasa terlalu banyak.

A. Teori-Teori kesesakan
1. Teoari Beban Stimulus
Kesesakan akan terjadi bila stimulus yang diterima individu terlalu banyak (melebihi kapasitas kognitifnya) sehingga timbul kegagalan dalam memproses stimulus atau info dari lingkungan.
Menurut Keating, Stimulus adalah hadirnya banyak orang dan aspek-aspek interaksinya, kondisi lingkunga fisik yang menyebabkan kepadatan social. Informasi yang berlebihan dapat terjadi karena :
a. Kondisi lingkungan fisik yang tidak menyenangkan
b. Jarak antar individu (dalam arti fisik) yang terlalu dekat
c. Suatu percakapan yang tidak dikehendaki
d. Terlalu banyak mitra interaksi
e. Interaksi yang terjadi dirasa terlalu dalam atau terlalu lama
2. Teori Ekologi
Membahas kesesakan dari sudut proses social
a. Menurut Micklin :
Sifat-sifat umum model pada ekologi manusia :
1. Teori ekologi perilaku : Fokus pada hubungan timbale balik antara manusia dan lingkungan.
2. Unit analisisnya : Kelompok social, bukan individu dan organisasi social memegang peranan penting
3. Menekankan pada distribusi dan penggunaan sumber-sumber material dan sosial
b. Menurut Wicker :
Teori Manning : Kesesakan tidak dapat dipisahkan dari factor setting dimana hal itu terjadi.
3. Teori Kendala Perilaku
Kesesakan terjadi karena adanya kepadatan sedemikian rupa sehingga individu merasa terhambat untuk melakukan sesuatu.Kesesakan akan terjadi bila system regulasi privasi seseorang tidak berjalan secara efektif lebih banyak kontak social yang tidak diinginkan. Kesesakan timbul karena ada usaha-usaha yang terlalu banyak, yang butuh energy fisik maupun psikis, guna mengatur tingkat interaksi yang diinginkan.

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesesakan
1. Faktor Personal
a. Kontrol Pribadi dan Locus Of Control; Selligman, dkk :
Kepadatan meningkat bias menghasilkan kesesakan bila individu sudah tidak punya control terhadap lingkungan sekitarnya. Control pribadi dapat mengurangi kesesakan. Locus Of Control ibternal : Kecendrungan individu untuk mempercayai (atau tidak mempercayai) bahwa keadaab yang ada di dalam dirinya lah yang berpengaruh kedalam kehidupannya.
b. Budaya, pengalaman dan proses adaptasi
Menurut Sundstrom : Pengalaman pribadi dalam kondisi padat mempengaruhi tingkat toleransi.
Menurut Yusuf : Kepadatan meningkat menyebabkan timbulnya kreatifitas sebagai intervensi atau upaya menekankan perasaan sesak.
c. Jenis kelamin dan usia
Pria lebih reaktif terhadap kondisi sesak
Perkembangan, gejala reaktif terhadap kesesakan timbul pada individu usia muda.
2. Faktor Sosial
a. Kehadiran dan perilaku orang lain
b. Formasi koalisi
c. Kualitas hubungan
d. Informasi yang tersedia
3. Faktor Fisik
- Goves dan Hughes : Kesesakan didalamnya rumah berhubungan dengan factor-faktor fisik, jenis rumah, urutan lantai, ukuran, suasan sekitar.
- Altman dan Bell, dkk : Suara gaduh,panas, polusi, sifat lingkungan, tipe suasana, karakteristik setting mempengaruhi kesesakan.

C. Pengaruh Kesesakan terhadap Perilaku
Lingkungan sesak => aktifitas seseorang terganggu => interaksi interpersonal yang tidak diinginkan => mengganggu individu mencapai tujuan => gangguan norma meningkat ketidaknyamanan => penarikan diri dan menurunnya kualitas hidup.
Pengaruh Negatif Kesesakan ;
Penurunan-penurunan Psikologis : perasaan kurang nyaman, stress, cemas, suasana hati yang kurang baik, prestasi menurun, agresifitas meningkat, dan lain-lain.
Malfungsi Fisiologis : Meningkatnya tekanan darah dan detak jantung, penyakit-penyakit fisik.
Hubungan Sosial Individu : Kenakalan remaja, menurunnya sikap gotong royong, menarik diri, berkurangnya intensitas hubungan social, dll.

Asumsi Konsekuensi Negatif dari Kesesakan :
1. Model beban stimulus
2. Model kendala perilaku
3. Model ekologi
Perilaku negative akibat sesak dan padat hanya terjadi pada situasi dimana pilihan-pilihan yang tersedia sedikit.
4. Model atribusi
Akibat negative kepadatan dan kesesakan hanya terjadi pada tempat dan situasi teryentu.
5. Model aurosal
Kepadatan dan kesesakan menyebabkan terstimulinya perangkat-perangkat fisiologis tekanan darah meningkat.