Selasa, 11 Januari 2011

Kritik Arsitektur dengan METODE TIPIKAL pada Cinere Mall dan Depok Town Square

Metode Tipikal adalah suatu norma yang didasarkan pada model yang digeneralisasi untuk satu kategori bangunan spesifik

CINERE MALL

Mall Cinere adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di area Cinere, berada di jalan Raya Cinere, Depok, Jawa Barat. Letak mall ini berdepanan dengan Ruko Cinere skt 1 yang berada persis di depan area Cinere. Mal ini dibangun oleh Megapolitan Group. Anchor yang sudah bergabung antara lain Giant Supermarket, Superindo, Pojok Busana, KFC, Dunkin Donuts, A & W, dan bioskop 21 dan yang baru bergabung bread talk , J.Co , dan Baskin Robbins.

Desain fasade pada Cinere Mall sangatlah sederhana, hanya penggunaan ornamen garis, kotak dan segitiga. Bentuk dari bangunanpun hanya susunan dari kubus dan balok, hal ini untuk mempermudah penataan ruang sehingga tidak terdapat ruang mati. Bangunan yang bersifat kubustis dapat lebih mudah untuk diatur penataan ruang dan jarang ditemui ruangan yang tidak terpakai

Awal Juli 1993, Mall Cinere membuka Food Court Mall Cinere yang merupakan food court Mall Cinere. Awal Mei 2007, Hero Supermarket Bangkut, Ia Menjadi Giant Supermarket

Pembangunan mal ini dimulai pada tahun 1991 dan diselesai pada tahun 1992, n
amun baru terealisasi pada tahun 2008, tepatnya pada September 2008. Sebelumnya telah hadir supermarket Hero Supermarket pada tahun 1993 kemudian menyusul Cinere Mall yang membuka cabang ketiganya di Jakarta dan satu-satunya Cinere Mall yang ada di area Cinere. Pojok Busana Department Store dibuka pada tanggal 3 Juli 1993 melengkapi tenant-tenant yang telah hadir. Tenant-tenant baru yang akan hadir antara lain Time Zone dan Superindo
Dahulu McDonalds berada di dalam bangunan, akan tetapi seiring dengan perkembangan McDonald membuat bangunan sendiri yang berada di lahan yang dulunya merupakan lahan parkir. Lokasinya berdekatan dengn Rumah
Sakit Puri Cinere sehingga memberikan keuntungan sendiri bagi kedua belah pihak.
Desain McDonald akan terlihat lebih menonjol dibandingan dengan bangunan, karena warna yang diambil McDonald jauh lebih cerah dibandingkan dengan Cinere Mall.

Desain parkirnya mulai berubah seiring dengan kebutuhan, terdapat perluasan lahan parkir. Parkir motor yang sebelumnya hanya berada di basement, kemudian dipindahkan ke lahan yang berada di sebelah kanan belakang bangunan.


DEPOK TOWN SQUARE

Depok Town Square (atau disingkat Detos) adalah sebuah pusat perbelanjaan di Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia. Mal ini mulai beroperasi tahun 2005, berlokasi di jalan utama Depok yaitu jalan Margonda Raya. Depok Town Square berada di bawah bendera Grup Lippo dan dibangun oleh PT Lippo Karawaci Tbk.

Detos berdiri di area seluas 160.000 m² dengan total areal lahan seluas 24.000 m² menawarkan lebih dari 2.300 unit kios yang terdiri dari exterior shop, speciality shop, open shop, kafe/restoran dan food court. Pusat perbelanjaan itu memiliki area parkir yang mampu menampung sekitar 1.300 mobil.

Pusat perbelanjaan ini menawarkan status kepemilikan secara strata title bagi para tenant.

Tenant besar yang saat ini telah hadir dalam pusat perbelanjaan ini diantaranya Hypermart, Matahari Department Store, Timezone, AW Restaurant, California Fried Chicken, KFC,Popeye, Hoka Hoka Bento, Bucheri dan Cineplex 21.

Depok Town Square lebih cenderung mempergunakan warna - warna cerah dibandingan dengan Cinere Mall. Untuk bentuk fasade jauh lebih terlihat dinamis walaupun sama - sama menggunakan ornamen berupa garis, akan tetapi jauh lebih berani dalam mengolah fasade.

Tidak terdapat bangunan massa lain dalam site, tidak seperti Cinere Mall yang memiliki McDonald yang berdiri sendiri dalam satu lahan yang sama.

Hal yang meresahkan dari Depok Town Square adalah tata pengarahan pengunjung dengan cara memainkan arah escalator. Letak dari Elevatornya tersembunyi sama seperti Cinere Mall, sehingga membuat pengunjung bingung.





Kritik Arsitektur dengan METODE DOKTRIN pada Louvre Museum



Museum Louvre (Musée du Louvre) di Paris, Perancis, adalah salah satu museum terbesar dan paling terkenal di dunia. Gedungnya, bekas sebuah istana bangsawan, terletak di pusat Perancis antara sungai Seine dan Rue de Rivoli. Lapangannya kini terdapat piramida gelas Louvre. Sebagian dari istana tersebut dibuka sebagai museum pada 8 November 1793, pada saat Revolusi Perancis.

Bangunan museum terdiri dari 4 lantai, yaitu lower ground floor, ground floor, first floor, dan second floor. Ada 8 kategori karya seni di Louvre, yaitu Oriental antiquities, Egyptian antiquities, Greek, Etruscan and Roman antiquities, Islamic art, sculture, painting , objects d’art, dan graphics art. Ada tiga sayap (wing) bangunan , yaitu Denon, Sully, dan Richeliu. Denon adalah yang paling banyak dikunjungi, karena di wing inilah disimpan lukisan Mona Lisa yang sangat terkenal.
Bangunan museum Louvre mulai didirikan pada tahun 1190 M, dan ditetapkan sebagai museum pada tahun 1793 (sebelumnya berfungsi sebagai istana). Main entrance museum Louvre berbentuk pyramida dari kaca yang terdapat di tengah ketiga sayap bangunan. Pyramida ini dibuat pada masa Presiden Francois Mitterand, yang dibangun tahun 1984 – 1989. Arsitek Pyramida adalah Ieoh Ming Pei. Tinggi pyramida 20,6 meter dan lebar sisinya 35 meter.

PLUS dan MINUS LOUVRE MUSEUM

PLUS :

Merupakan salah satu Museum terbesar di dunia
Mix Design
Terdapat open space
Sirkulasinya terarah, terdapat 3 wing yaitu : Denon, Sully, dan Richeliu
Piramida kaca digunakan sebagai main entrance

MINUS :
Terlalu luas, sehingga membuat lelah pengunjung
Adanya pertentangan di masyarakat mengenai desain main entrance dan main building

Pembangunan pyramida yang bergaya futuristik ini sempat mengundang kontroversi luas di masyarakat Perancis, karena dianggap tidak sesuai dengan style bangunan Louvre yang antik. Kelompok yang menentang pembangunan pyramida mengatakan bahwa proyek ini adalah ‘Pharaonic Complex’ dari Mitterand. Meskipun demikian pyramida tetap dibangun, dan pada akhirnya menjadi kebanggaan orang Paris. Desain dari Pyramida yang bertolak belakangan dengan desain awal bangunanlah yang menjadikan pertentangan. Desain bangunan yang sebelumnya sangat detail dengan ornamen, kemudian diberi penambahan bangunan modern yang minim detail dan bangunan inilah yang justru menjadi main entrance dari Louvre Museum. Akan tetapi justru pembentukkan desain modern pada Louvre Museum justru menjadi daya tarik sendiri. Kita dapat melihat perpaduan antara dua style desain yang berbeda, namun tetap memiliki kesan unik dan harmonis.
Detail dari Piramida Kaca pada Louvre Museum hanya berupa susunan space frame yang strukturnya diekspos. Bangunan ini juga memiliki Plaza yang dapat digunakan sebagai Open Space, ruang terbuka yang dapat menjadi tempat bersosialisasi masyarakat Paris. Tidak terdapat penghijauan sebagai pelembab suhu pada plaza ini, akan tetapi diganti dengan penggunaan air sebagai elemen pelembab.


Desain Tangga memutar yang unik dan dinamis

Main Entrance yang berbentuk segitiga kaca dengan struktur space frame, memberikan pencahayaan alami. Open space bagi masyrakat yang ingin bersosialisasi. Kolam berfungsi untuk melembabkan udara di sekitar museum.

Kritik Arsitektur dengan METODE TERUKUR pada Burj Al Arab

cara menganalisa bangunan melalui hukum-hukum matematika tertentu.
Kesuksesan bangunan dipandang dari segi standardisasi ukurannya secara teknis :
1. Stabilitas Struktur
• Daya tahan terhadap beban struktur
• Daya tahan terhadap benturan
• Daya dukung terhadap beban yang melekat terhadap bahan
• Ketepatan instalasi elemen-elemen yang di luar sistem
2. Ketahanan Permukaan Secara Fisik
• Ketahanan permukaan
• Daya tahan terhadap gores dan coretan
• Daya serap dan penyempurnaan air
3. Kepuasan Penampilan dan Pemeliharaan
• Kebersihan dan ketahanan terhadap noda
• Timbunan debu

BURJ AL ARAB

Burj Al Arab merupakan hotel mewah yang terletak di pantai Jumeirah, Dubai. Merupakan hotel termahal di dunia dengan ketinggian 321 meter. Di desain oleh Arsitek asal Inggris, Tom Wright yang juga telah mendesain rencana pembangunan Regatta Hotel di Jakarta. Sedangkan konsultan teknik sipil adalah Atkins, dan untuk pembangunan hotel melibatkan kontraktor asal Afrika Selatan, Murray & Roberts. Hal yang unik dari Burj Al Arab adalah hotel ini berdiri di atas pulau buatan yang terletak 280 meter dari pantai Jumeirah. Pondasi bangunan memiliki 250 titik dengan kedalaman 120 kaki dari permukaan air laut. Merupakan bangunan High Rise Building pertama yang berdiri di atas pulau buatan. Dengan sistem struktur yang di desain sedemikian rupa sehingga bisa menahan beban angin dan beban gempa.

Sistem Struktur yang Digunakan Pada Burj Al Arab

Burj Al Arab berdiri di atas Artificial Island (pulau buatan) dengan Mike McNicholas sebagai Artificial Island’s Engineer. Di buat dengan menggunakan metode penimbunan (Dumping Method).

Hal ini sangatlah unik, karena Burj Al Arab merupakan High Rise Building pertama yang berdiri di atas Artifial Island. Artificial Islandnya sendiri menggunakan bahan berbentuk menyerupai pola sarang lebah untuk mengatasi abrasi air laut.

Pioneering Concrete Block, Honey Comb Pattern

Burj Al Arab memiliki struktur utama berbentuk V-shape untuk menggambarkan layar perahu dhow yang terkembang. Bentuk ini merupakan hasil metafora dari perahu dhow, yang kemudian dipergunakan sebagai sistem struktur. V-shape ini terdiri dari Reinforced Concrete Spine pada bagian belakang, dan Exoskeleton yang berdiri di samping bangunan.

Struktur berbentuk V bekerja jauh lebih kuat daripada struktur berbentuk lain, hal ini mengambil pola kerja dari bentuk segitiga yang merupakan bentuk yang dapat menahan beban lebih kuat dari bentuk lainnya. Menggunakan hukum newton dimana ketika ada aksi maka akan ada reaksi, bentuk ini saling mempertemukan aksi dan reaksi dari beban sehingga momen menjadi nol (0).

Sistem struktur pada Burj Al Arab terdiri dari berbagai macam bagian, saling berkorelasi membentuk V-shape. Terdapat Reinforced Concrete Spine dan Exoskeleton Rear Leg yang membentuk V-shape, Triangular Truss dan Tune Mass Dumper

yang memperkuat bangunan ini. Fungsi dari Tune Mass Dumper untuk mengatasi kemungkinan beban gempa pada bangunan, karena lokasi site sangat rentan dengan gempa berskala besar.

Hal yang unik dari Burj Al Arab adalah fasade bangunan ini menggunakan struktur Tent berupa bahan kain yang dilapisi dengan teflon. Penggunaan teflon dapat mengurangi penyerapan debu pada bahan kain karena lokasi bangunan yang berada di daerah Timur Tengah.

Burj Al Arab memiliki luas area lantai 111.500 m2, jumlah lantai mencapai 60 lantai, dilengkapi dengan 18 elevator dan ketinggian keseluruhan dari Burj Al Arab adalah 321 m.

Burj Al Arab sebenarnya lebih besar daripada yang terlihat. Karena sesungguhnya lebih tinggi daripada yang terlihat dari mata. Ukurannya yang mencapai ketinggian 321 meter, membuat bangunan ini menjadi salah satu dari bangunan tertinggi di dunia. Untuk membayangkan ketinggian Burj Al Arab, coba bayangkan Gedung Empire State Building yang memiliki 102 level lantai berdiri di sebelah Burj Al Arab, yang hanya lebih pendek 16 % dari Empire State. Bentuk desain lengkung dan lantai ganda dari Burj Al Arab menimbulkan ilusi penglihatan.

  1. Burj Al Arab memiliki fasade yang dapat berubah. Teflon yang melapisi Burj Al Arab akan tampak sangat putih pada siang hari, tapi akan menjadi sangat berbeda pada malam hari. Program pengaturan cahaya oleh komputer memberikan efek pada fasade bangunan yang berwarna putih.
Burj Al Arab merupakan hotel pertama yang berdiri di atas Artificial Island, didesain sedemikan rupa, semewah mungkin dengan menggunakan sistem struktur yang modern. Penggunaan sistem strukturnya bahkan digunakan pula sebagai ornamen bagi bangunan itu sendiri.